Tidak Peduli Kalah atau Menang, Trump Telah Melakukan Banyak Perubahan pada Dunia

Tidak Peduli Kalah atau Menang, Trump Telah Melakukan Banyak Perubahan pada Dunia

Presiden Amerika Serikat bukan hanya pemimpin untuk negaranya tapi dia juga akan menjadi orang paling kuat di dunia. Apapun yang dilakukan oleh Presiden AS akan mengimbas ke dalam hidup orang-orang di negara lain. Donald Trump yang merupakan Presiden Amerika Serikat berulang kali mengkalim jika AS merupakan negara terhebat di dunia. Tapi survei yang dilakukanoleh Pew Research Center baru baru ini menilai bahwa citra Amerika Serikat di luar negeri kini tak begitu hebat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.  Beberapa negara di Eropa pun hanya sedikit yang berpandangan positif dengan negara Amerika Serikat bahkan sudah selama hampir 20 tahun belakangan ini.  Di negara Inggris yang berpandangan positif dengan negara Amerika hanya 41%, Prancis sekitar 31% dan Jerman di angka 26%.

Tidak Peduli Kalah atau Menang, Trump Telah Melakukan Banyak Perubahan pada Dunia

Salah satu alasan yang menjadi penyebab utama sentimen negatif dari negara-negara lain kepada Amerika Serikat dikarenakan respons Trump terhadap pandemi covid-19 karena menurut responden, Amerika Serikat hanya 15% menangani virus covid dari periode Juli sampai Agustus. Banyak orang juga tidak mengerti apa yang diyakini Donald Trump terkait dengan perubahan iklim yang terjadi tapi Trump mengatalan bahwa pandemi covid-19 merupakan hoaks yang besar dan subjek yang harus ditangani dengan serius. Yang pasti, selama 6 bulan Trump menjabat, ada banyak hal yang diungkapkan dan itu tentu sangat mengecewakan para ahli atau ilmuwan seperti melakukan penarikan mundur Amerika Serikat dari perjanjian iklim paris yang memiliki komitmen dalam menjaga kenaikan suhu global agar tidak melebihi 2 derajat celcius.

Padahal, Amerika Serikat merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia setelah China. Para peneliti pun sudah mengingatkan apabila Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat Kembali, sangat mustahil jika Trump akan mengendalikan pemanasan global. Trump melakukan penolakan terhadap kesepatakan yang dilakukan pada iklim paris karena menurutnya hal itu hanya akan membuat produsen di Amerika bangkrut karena pembatasan peraturan yang terkesan sangat berlebihan. Pernyataan yang dilontarkan tersebut seperti jadi tema utama untuk Trump dalam menghapus berbagai peraturan terkait polusi supaya dapat memotong biaya pada saat produksi minyak, gas dan batu bara. Karena ada banyak sekali tambang batu bara di Amerika Serikat yang tutup karena kompetisi gas alam yang dinilai lebih murah dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung gerakan energi terbarukan.

Data pemerintah di Amerika Serikat memperlihatkan energi terbarukan menghasilkan banyak sekali energi ketimbang batu bara yang terjadi di tahun 2019. Dan ini untuk pertama kalinya setelah 130 tahun yang lalu. Mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan iklim Prancis dilakukan pada 4 November atau sehari setelah dilakukannya pemilihan presiden. Dan pesaingnya kala itu, Joe Biden pun berjanji akan gabung kembali dengan kesemapatan iklim Prancis apabila ia dapat memenangkan pemilihan Presiden di Amerika Serikat.

Tidak hanya keluar dari kesepatan iklim Prancis, Trump juga melakukan penghentian terhadap berbagai urusan imigrasi hanya satu minggu setelah ia dilantik. Trump menutup perbatasan Amerika Serikat untuk para pendatang yang berada di tujuh negara dengan mayoritas masyarakatnya adalah umat muslim. Dan saat ini, ada 13 negara yang kemudian tunduk pada perbatasan tersebut. Trump juga melakukan pengetatan terhadap jumlah visa agar orang-orang yang membuat orang-orang akan tinggal menetap secara permanen di Amerika Serikat terutama untuk mereka yang sudah memiliki kerabat di Amerika. Terdapat tembok besar yang menjadi penanda kebijakan imigrasi yang dilakukan Trump.

Pada tanggal 19 Oktober, sudah dibangun tembok dengan panjang 371 mil dan hampir semuanya telah menggantikan pgar perbatasan dimana sudah ada penghalang disana. Tembok yang dibangun tersebut tidak membuat beberapa negara putus asa untuk mencapai negara Amerika Serikat. Ada banyak sekali jumlah imigran yang ditahan di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko bahkan pada tahun 2019 adalah level tertingginya karena didorong musim yang terjadi kala itu yakni musim semi. Lebih dari setengah imigran yang ditahan adalah yang berasal dari Honduras, Guatemala, El  Savador.

Trump pun mengatakan ada sebuah istilah terbesar yang ia temukan adalah palsu. Ungkapan tersebut dikeluarkan pada wawancara yang dilakukan di tahun 2017 silam. Meskipun Trump kala itu tidak menciptakan berita bohong tapi ia tetap menjadi orang yang turut mempopulerkan istilah tersebut. Maksud dari berita bohong disini adalah laporan tidak benar tentang Paus Fransiskus yang mendukung Donald Trum untuk menjadi presiden. Tapi istilah tersebut pun meresap dan kemudian makna tersebut bergeser dan hanya sekedar menjadi informasi yang salah. Trump sering menggunakan kata berita bohong pada berita yang tidak ia setujui. Tapi di tahun 2017, trump  melakukan langkah yang lebih jauh lagi bahkan mencap media sebagai musuhnya rakyat AS.